Jumat, 25 Oktober 2013

PIDATO AGAMA ISLAM " Keutamaan Sedekah "

               Sedekah adalah salah satu ungkapan rasa sukur sengan cara memberikan sesuatu kepada orang lain, dan sedekah juga merupakan proses begaimana kita berbagi bahagia dengan mereka yang berhak bahagia tapi belum bisa mendapatkan kebahagiaan itu sebagaimana mestinya. Dan melalui contoh naskah pisato, teks pidato, ceramah agama islam dengan tema tentang keutamaan sedekah ini semoga bisa membuka hati para pelopor semuanya untuk bisa memperbanyak sedekah, memperbanyak memberi, memperbanyak berbagi kebahagiaan. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa bersedekah, so mari kita simak contoh naskah pidato, ceramah agama islam, teks pidato dari Qvaa University tentang keutamaan sedekah.

Salam,,

Marilah kita panjatkan segala puji atas rahmatnya, kita di berik kesempatan untuk berkumpul di majlis yang penuh barokah ini, dimana disini kita akan belajar tentang keutamaan sedekah yang semoga bisa menjadi perhitungan yang baik di hari perhitungan kelak. Tak henti sholawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita baginda nabi Muhammad SAW yang mana di antara keteladanan yang harus semiakin kita teladani adalah bagaimana beliau bersedakah.

Sedekah sangat di anjurkan dalam islam, ajaran agama islam sangat menganjurkan sedekah, para peopor semua tahu kenapa??
Pidato Agama Islam, Keutamaan Sedekah
Pidato Agama Islam, Keutamaan Sedekah
Sala satunya adalah karena sedekah itu mempunyai banyak sekali keutamaan, sebagaimana tentang keutamaan sedekah yang di jelaskan Dalam surah at-Taubah ([9]: 103), sedekah bertujuan untuk menyucikan harta dan diri muzaki agar menjadi penenteram batin mereka. Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW menyatakan, sedekah itu merupakan bukti keimanan seseorang dan mereka yang bersedekah akan memperoleh pahala yang besar di sisi Allah SWT (HR al-Baihaqi).

Sedekah itu mempunyai banyak sekali keutamaan, baik itu bersifat psikis, moral, ekonomi, tapi dari sekian banyak keutamaan sedekah, mengingat terbatasnya waktu, disini kita hanya akan membahas 5 keutamaan sedekah.

Di antara keutamaan sedekah, antara lain, pertama, orang bersedekah mendekatkan kita pada rahmat Allah (QS al-A’raf [7]: 56). Sedekah akan menjadi naungan di akhirat saat tidak ada naungan, kecuali naungan Allah. “Sesungguhnya, sedekah itu memadamkan panasnya kubur dan hanyalah seorang Mukmin yang mendapatkan naungan pada hari kiamat nanti dengan sedekahnya.” (HR Thabrani dan Baihaqi).

Kedua, sedekah memadamkan murka Ilahi. “Sedekah rahasia (tersembunyi) itu memadamkan amarah Ilahi.” (HR Thabrani dan Ibnu Asakir). Ketiga, sedekah menolak mati dalam keadaan suul khatimah (akhir yang buruk). “Akhlak buruk adalah kejelekan, kuat ingatan adalah mengembangkan, dan sedekah menolak mati suul khatimah.” (HR al- Baihaqi).

Keempat, sedekah menjadi sebab disembuhkannya penyakit. “Obatilah orang-orang sakit dengan sedekah, bentengilah hartamu dengan zakat, dan sesungguhnya zakat itu menolak peristiwa mengerikan dan penyakit.” (HR Ad-Dailami dari Ibnu Umar).

Kelima, sedekah itu akan mendapatkan keberkahan dalam hidup dan tambahan rezeki, “Barang siapa menafkahkan hartanya maka akan diberi keberkahan darinya.” Dalam hadis lain disebutkan, “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta dan tidaklah pemberian maaf itu kecuali ditambah kemuliaan oleh Allah dan tidaklah seseorang tawadhu karena Allah, kecuali Dia akan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim).

Ramadhan adalah bulan termulia dan utama. Karena itu, bersedekah di bulan ini akan makin berlipat pahala dan keutamaannya. “Sedekah paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR At-Turmudzi dari Anas).

Di antara keutamaan sedekah pada Ramadhan, antara lain, pertama, Allah SWT menebar rahmat dan ampunan-Nya untuk hamba-hamba-Nya. Barang siapa yang dermawan pada fakir miskin maka Allah akan membalasnya dengan kedermawanan-Nya.

Kedua, berkumpulnya puasa dan sedekah akan memperoleh balasan surga. “Sesungguhnya, di surga terdapat ruangan-ruangan yang di dalamnya bisa dilihat dari luar dan luarnya bisa dilihat dari dalam. Ditanyakan kepada beliau, untuk siapakah ruangan-ruangan itu? Rasulullah menjawab, ‘Ruangan itu diperuntukkan bagi orang yang bicaranya baik, memberi makanan, selalu berpuasa, dan shalat malam saat orang-orang tertidur.’” (HR Ibnu Khuzaimah).

Ketiga, puasa dan sedekah adalah ibadah yang paling hebat dalam menghapuskan dosa dan menjauhkan kita dari neraka. “Sedekah itu menghapuskan dosa seperti air memadamkan api.” (HR At-Tirmidzi). Sedangkan, puasa membersihkan dosa dan membakarnya. Keempat, sedekah menambah solidaritas sosial antara anggota masyarakat.

Demikian hebatnya keutamaan Sedekah,. Sudah seharusnya kita mempergunakan momentum mulia ini untuk meningkatkan kepedulian kita kepada fakir miskin dan orang-orang tertindas.

Selamat bersedekah, berbagi itu indah, hari hari yang anda lalui akan terasa sia sia jika anda melewatinya tanpa bersedekah.

terimakasih.

NAKAH PIDATO "Membina Generasi Muda Denagn Akhlak Al-Quar'an"

NASKAH PIDATO “Membina Generasi Muda dengan Akhlak Qur'ani”

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarukatuh

Alhamdulillah hirrabbil ‘alamin,
Washolatu wassalamu ‘ala ashrafil anbiyai wal mursalin wa’ala ‘alihi waashhabihi ajma’in.

Yang terhormat panitia penyelenggara Lomba Pidato Remaja Kabupaten Jember,
Dewan juri yang saya hormati, serta
Peserta lomba pidato yang berbahagia

Patutlah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat, dan hidayah–Nya, sehingga kita dapat hadir dalam acara Lomba Pidato Remaja Kabupaten Jember dalam keadaan sehat wal’afiat Isya Allah.
Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan pada junjungan besar kita, Rasulullah SAW, yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang Islamiyyah.

Hadirin yang terhormat,

Pada kesempatan ini, perkenankanlah saya menyampaikan topik berkenaan tentang “Membina Generasi Muda dengan Akhlak Qur’ani”. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa saat ini kemerosotan kualitas dalam segala aspek kehidupan tersebar di tengah–tengah masyarakat, seperti kemiskinan, kebodohan, kezaliman, penindasan, ketidakadilah di segala bidang, kemerosotan moral, peningkatan tindak kriminal dan berbagai bentuk penyakit sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Kemerosotan–kemerosotan tersebut telah sangat berpengaruh pada generasi muda yang turut mengalami kemerosotan kualitas diri, seperti terlibat sebagai pecandu narkoba, terlibat dalam perilaku seks bebas yang ironisnya sampai pada tindakan aborsi, menderita HIV/AIDS akibat dari kecanduan narkoba dan tindakan seks bebas, generasi muda yang putus sekolah sehingga meraja lelanya kebodohan di mana–mana, terlibat tawuran antar pelajar, dan lain sebagainya sehingga hal tersebut menjauhkan generasi muda sebagai sosok generasi dambaan umat.

Hadirin yang terhormat,

Generasi dambaan umat yaitu generasi yang berdaya, cerdas dan perduli terhadap permasalahan bangsanya. Dapat didefinisikan sebagai individu–individu shaleh yang sekaligus mempu menjawab tantangan perkembangan zaman dengan solusi yang diberikan Islam dan menguasai sains dan tekhnologi. Secara rinci gambaran generasi berdaya, cerdas, generasi perduli umat dalam pandangan Islam antara lain :
Pertama, generasi yang berkepribadian Islam (Syakhshiyyah Islamiyah) yakni generasi yang memiliki keimanan kuat terhadap aqidah Islam. Aqidah Islam tersebut dijadikan sebagai landasan dan standar satu–satunya dalam berpikir (aqliyah) dan bersikap (nalsiyah) dalam melakukan semua aktivitas dan mengatasi problem dalam kehidupan baik di keluarga, masyarakat, maupun negara.
Generasi tersebut menjadikan Islam sebagai gaya hidup (way of life) sehingga segala aktivitasnya didasarkan pada aqidah Islam. Tidak perduli apakah gaya hidup Islamnya dimata masyarakat kebanyakan dianggap sesuatu yang aneh. Karena mereka sadar bahwa saat ini Islam memang telah menjadi sesuatu yang asing, bahkan bagi umatnya sendiri. Umat Islam telah jauh dari memahami Islam apalagi menerapkannya, kecuali hanya dalam perkara ibadah langsung saja. Sementara dalam masalah pakaian, makanan, pergaulan, muamalah, hak dan kewajiban dalam keluarga, penataan interaksi dimasyarakat dan penataan sistem kenegaraan, masyarakat mengambil sistem hidup kapitalis sekuler dan membuang jauh sistem hidup Islam.
Bagi generasi yang bersyakhshiyyah Islamiyyah, kenyataan yang ada di masyarakat bukanlah parameter mereka dalam berbuat, tetapi aqidah Islamiyah yang harus dipegang kuat. Mereka yakin bahwa hanya Islam yang dapat menyelamatkan kehidupan manusia dunia dan akhirat. Sehingga ketika mereka melihat kenyataan yang berbeda dan bertentangan dengan aqidah Islam, akan menjadi tantangan bagi mereka untuk mengubahnya. Secara proaktif generasi yang bersyakhshiyyah Islam akan terus menerus melakukan perubahan di masyarakat menuju kehidupan yang Islami. Generasi bersyakhshiyyah Islam akan berusaha semaksimal mungkin menjadi teladan dan motor perjuangan Islam yang nyata di tengah masyarakat.
Kedua, generasi yang menguasai tsaqafah islamiyah dengan handal. Menuntut ilmu–ilmu tsaqafah Islam yang terdiri dari konsepsi, ide dan hukum–hukum Islam, bahasa Arab, sirah Nabi, ulumul Qur’an, ulumul Hadist, ushul fiqih dan lain–lain, hukumnya fardlu’ain bagi setiap muslim.
Ketiga, generasi yang menguasai ilmu–ilmu terapan, seperti pengetahuan, sains, dan tekhnologi. Agar umat mampu mencapai kemajuan material hingga dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifatullah di muka bumi dengan baik. Menuntut ilmu–ilmu yang mencakup sains dan tekhnologi serta ilmu terapan ketrampilan seperti biologi, fisika, pertanian, kedokteran, terknik dan lain–lain dikategorikan fardlu kifayah, yaitu kewajiban yang harus dikerjakan oleh sebagian muslim apakah ilmu–ilmu tersebut sangat diperlukan umat.
Keempat, generasi yang berjiwa pemimpin, yakni yang siap bertanggung jawab terhadap segala aktifitas dalam kehidupannya dan terhadap apa yang dipimpinnya. Baik pemimpin bagi dirinya, keluarganya, masyarakat, bahkan umat di seluruh dunia. Mereka mengerti betul bahwa hidupnya sarat dengan amanah, dan kelak harus dipertanggung jawabkan kepada Sang Kholiq, Allah SWT, Rasulullah SAW bersabda : “Dan amir itu adalah pemimpin yang mengurusi urusan umat, dan dia bertanggung jawab dengan segala urusannnya.” (HR. Muslim).

Hadirin yang terhormat,

Berdasarkan gambaran generasi dambaan umat yang terpaparkan tadi, perlunya pembinaan akhlak dan kepribadian terhadap anak atau remaja, agar diharapkan terwujudnya generasi muda sebagai sosok generasi dambaan umat.
Pembinaan kepribadian memang semestinya dilakukan mulai masa kanak–kanak. Sebab anak–anak dan masa kanak–kanak adalah satu periode dalam hidup manusia yang sangat fundamental. Proses perkembangan dan pertumbuhan yang dilalui seseorang di masa kanak–kanak akan menentukan bagaimana kelak ia dimasa dewasa. Sehingga sangat tepat kalau dikatakan bahwa masa kanak–kanak adalah masa yang sangat vital bagi penentu arah kehidupan manusia. Tumbuh dan berkembangnya seorang anak tergantung pada pola asuh orang tuanya.
Islam memberikan peran pokok kepada wanita sebagai ibu, yang memiliki hak mengasuh dan mendidik anaknya. Untuk itu, seorang ibu perlu memperhatikan penanaman keimanan seorang anak dengan mengenalkan Allah sebagai pencipta diri mereka dan apa yang ada di sekitarnya, seperti aneka tumbuhan yang mereka lihat, berbagai binatang yang mereka ketahui, bintang, awan, hujan dan sebagainya sejak usia tujuh hari. Sebab pada usia tujuh hari anak sudah mengenal suara orang yang sering di dekatnya, terutama suara ibu dan ayahnya. Keimanan ini kelak akan dijadikan landasan untuk membentuk pola pikir mereka. Agar terwujud pola pikir Islami.
Hal–hal yang dapat dilakukan seorang ibu dalam rangka membentuk pola pikir yang Islami pada anak antara lain :
1.       Senantiasa memberikan pemahaman dan mengulang–ulanginya serta menegaskan bahwa Allah adalah pencipta seluruh makhluk kepada anak. Allah yang memberik rizqi kepada kita, yang menghidupkan dan mematikan kita.
Cara penyampainnya :
1)       Melalui doa sehari–hari, seperti doa sebelum dan sesudah makan, doa menjelang tidur, doa setelah bagun tidur dan yang lain. Agar menjadikan anak sering menyebut Allah untuk memohon sesuatu dan mengetahui keberadaan dan keagungan Allah.
2)       Dengan cerita atau kisah nabi–nabi, sahabat, orang sholeh yang memiliki keimanan yang kuat atau cerita hasil karya sendiri tentang keagungan Allah, tentang balasan Allah kelak saat hari pembalasan dan sebagainya di waktu santai anak seperti menjelang tidur.
3)       Dengan lagu–lagu Islami atau lagu–lagu lain yang syairnya bisa dimotifikasi sendiri dengan tujuan mengenalkan kepada anak bahwa Allah Pencipta misalnnya : lagu bintang kecil syairnya dapat dimodifikasi menjadi “Bintang Kecil diciptakan Allah.”
4)       Dengan hafalan surat pendek disertai penjelasan artinya.
2.       Memberi informasi–informasi Islam pada anak di saat–saat kritis. Yaitu pada saat anak melihat fakta yang tidak Islami, baik kenyataan ataupun di televisi agar anak dapat mengelompokkan ada perbuatan “baik” yang boleh atau harus dilakukan seperti sholat, makan dengan tangan kanan, berdoa dan sebagainya. Dan ada perbuatan “jelek” yang tidak boleh dilakukan, seperti berbicara kasar pada orang tua atau teman, bertengkar, memaki–maki orang lain, berpakaian terbuka, memukul temannya, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, ibu juga wajib membentuk pola jiwa anak agar menjadi Islami, yakni perlunya melatih anak untuk cenderung terbiasa menjalankan perintah Allah. Seperti pembiasaan sholat fardlu, pembiasaan menutup aurat ketika keluar rumah, pembiasaan berakhlak mulia.
Permbinaan kepribadian awal anak juga dilakukan dalam keluarga Luqman yang tertulis dalam Al Qur’an surat Luqman (31) ayat 13, 16, 17, 18 dan 19. Diceritakan bahwa Luqman memberikan nasehat kepada anaknya untuk tidak mempersekutukan Allah karena hal tersebut adalah kezaliman yang besar, mendirikan shalat, menyuruh manusia pada kebaikan dan mencegahnya pada kemungkaran, bersabar dalam cobaan yang menimpa. Sebab hal tersebut merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah. Luqman juga menasehati sang anak agar tidak bersikap sombong karena Allah tidak menyukai orang–orang yang sombong.
Nampaklah bahwa pembinaan pribadi yang Islami kepada anak perlu diterapkan sejak usia dini sebagai langkah awal terwujudnya generasi yang berdaya, cerdas dan peduli umat.

Hadirin yang terhormat,
Selain pembina kepribadian anak mulai masa kanak–kanak, juga perlunya perhatian pada pembinaan akhlak dititik beratkan kepada pembersihan pribadi dari sifat–sifat yang berlawanan dengan tuntutan agama, keluhuran akhlak sebagai media untuk menduduki tingkat kepribadian remaja yang berbobot Islami.
Didunia pendidikan, pembinaan akhlak tersebut dititik beratkan kepada pembentukan mental anak atau remaja agar tidak mengalami penyimpangan. Dengan demikian akan mencegah terjadinya “Kenakalan Remaja”, sebab pembinaan akhlak berarti bahwa anak remaja dituntun agar belajar memiliki rasa tanggung jawab. Pada hikakatnya penjahat yang sudah dewasa merupakan perkembangan lebih lanjut dari kebiasaan melakukan kejahatan di waktu kecil, pada masa–masa perkembangan mental, yakni : masa remaja.
Upaya–upaya pembinaan akhlak remaja antara lain, menyebarluaskan dikalangan remaja beberapa sarana untuk memperteguh moral dan mental agar dapat terhindar dari dorongan nafsu ingin berbuat jahat. Sarana tersebut adalah ajaran–ajaran agama, etika budi pekerti, norma–norma sosial. Upaya yang lain berusaha mencegah kemungkinan timbulnya kenakalan remaja dengan meniadakan faktor–faktor yang terkenal sebagai penyebab timbulnya kenakalan remaja misalnya : memperbaiki ekonomi rakyat (pengangguran, kemiskinan, kelaparan), mempertinggi kebudayaan dan memperbaiki peradaban.

Hadirin yang terhormat,

Demikianlah pidato ini saya sampaikan. Mohon maaf apabila terdapat tutur kata yang kurang berkenan. Terima kasih atas perhatian hadirin sekalian. Semoga yang tersampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin ya robbal ‘alamin.


Wabillahi taufiq wal hidayah,
Walhamdulillah hirrabbil ‘alamin

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh






                                                                                                        Oleh :

                              MUHAMMAD AXSAL SATRIA
                              SMPN 48 KOTA BANDUNG

Indahnya Akhlaqul Karimah Fadhilah Amal

Indahnya Akhlaqul Karimah Fadhilah Amal

بسم الله الرحمن الرحيم 
oleh : muhammad axsal satria 

                      Para pembaca yang kami hormat, bila kita mau menggali kembali warisan akhlak yang mulia sebagaimana yang telah diwariskan di dlm Al-Qur’an & Sunnah Rasulullah, niscaya kita akan mendapati betapa indahnya Islam itu. Sungguh menyedihkan, tatkala menyaksikan banyak dari saudara-saudara kita kaum muslimin kurang memberikan perhatian terhadap masalah akhlak. Terlebih ketika menyaksikan generasi muda Islam yang mayoritas mereka tumbuh & berkembang tak di atas bimbingan akhlak yang mulia.
Seyogyanya, pendidikan akhlak kepada generasi muda dimulai semenjak mereka berada dlm masa kanak-kanak, baik dlm lingkungan keluarga maupun dlm sebuah lembaga pendidikan. Walaupun, pada akhirnya itu semua kembali kepada hidayah dari Allah ‘azza wa jalla. Namun setidaknya, telah ada upaya dgn penuh kesungguhan dari diri kita yang diiringi dgn doa kepada Allah ‘azza wa jalla. Semoga anak cucu kita menjadi generasi yang berakhlak dgn akhlak yang mulia.
Dalam hal ini, sosok yang sangat pantas utk kita jadikan sebagai teladan adalah Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau telah mengaplikasikan sifat-sifat yang mulia semenjak masa kanak-kanak. Sehingga tidaklah mengherankan ketika di kemudian hari beliau menjadi orang kepercayaan di kalangan kaumnya sebelum diangkat menjadi nabi & menerima banyak pujian dari mereka.
Allah ‘azza wa jalla telah memberikan pujian kepada beliau dlm firman-Nya (artinya): ”Dan sesungguhnya kamu Muhammad  benar-benar berbudi pekerti yang agung.” QS. Al-Qalam 4
Sungguh telah terkumpul pada diri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam akhlak-akhlak yang baik seperti rasa malu, kedermawanan, keberanian, menepati janji, suka menolong, kecerdasan, lembut, memuliakan anak yatim, kejujuran, menjaga harga diri, menjaga kesucian hati, & lain-lain.
‘Aisyah radhilyallahu ‘anha, istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah ditanya tentang akhlak beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia menjawab: “Maka sesungguhnya akhlak Nabi Allah Muhammad  adalah Al-Qur‘an.” HR. Muslim & Abu Dawud
Allah ‘azza wa jalla berfirman  (artinya):
Sesungguhnya telah ada pada diri  Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu  bagi orang yang mengharap rahmat Allah & kedatangan  hari kiamat & Dia banyak menyebut Allah. QS. Al-Ahzab 21
Sahabat Anas bin Malik radhilyallahu ‘anhu mengatakan
“Rasulullah adalah manusia yang paling baik akhlaknya.” HR. Al-Bukhari, Muslim & Abu Dawud
Di tengah-tengah gencarnya dakwah tauhid yang diserukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau tetap memberikan porsi kepada pembenahan akhlak. Hal ini tercermin dari sabda beliau
“Hanya saja aku diutus utk menyempurnakan akhlak yang mulia.” HR. Al-Baihaqi & Al-Bukhari dlm Adabul Mufrad
Keutamaan Akhlak yang Mulia
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah menerangkan tentang keutamaan akhlak yang mulia, beliau bersabda
“Tidak ada sesuatu yang diletakkan dlm timbangan di hari kiamat kelak  yang lebih berat daripada akhlak yang baik. Dan sesungguhnya seorang yang berakhlak baik akan bisa mencapai derajat orang yang rajin berpuasa & shalat (sunnah).” HR. At-Tirmidzi
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai & paling dekat tempat duduknya dariku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya.” HR. At-Tirmidzi
Urgensi Akhlak yang Baik dlm Dakwah
Akhlak yang mulia merupakan bekal berharga yang tak boleh dianggap remeh oleh seorang da’i  juru dakwah yang terjun ke masyarakat dlm rangka mengemban tugas yang agung nan mulia yaitu berdakwah ke jalan Allah. Akhlak yang mulia akan memberikan pengaruh yang luar biasa di hati-hati manusia.
Para pembaca yang berbahagia! Amalan dakwah ke jalan Allah merupakan amalan yang cukup berat, yang membutuhkan perjuangan fisik & mental dari seorang da’i. Yang demikian itu memang sebanding dgn pahala & keutamaannya yang besar. Oleh karena itulah, yang mampu mengemban tugas berat ini hanyalah orang-orang yang memiliki sifat-sifat agung & mulia dlm kehidupannya. Bukan orang-orang yang kasar perangainya, kotor & tajam lisannya, sempit pandangannya, jelek pergaulannya, & yang memiliki sifat-sifat tercela lainnya.
Seorang da’i, apabila telah mempersiapkan diri sebaik mungkin dgn bekal akhlak yang mulia, niscaya dakwah ke jalan Allah yang ia serukan akan berguna & memberikan manfaat serta akan lebih mudah utk diterima di hati masyarakat.
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah mengatakan dlm ceramahnya ketika memberikan nasehat kepada para pemuda tentang masalah Kebangkitan Islam bahwasanya dakwah Islam akan bisa meraih keberhasilan & kesuksesan apabila para pemikul amanah tersebut memiliki beberapa bekal. Beliau menyebutkan beberapa bekal yang berkaitan dgn akhlak, di antaranya adalah:
1. Seorang da’i wajib memiliki sifat hikmah dlm berdakwah. Hendaklah ia tak terburu-buru utk menikmati hasil dlm usahanya merubah keadaan masyarakat yang jelek menjadi baik. Kemudian kata beliau   …Dan sungguh –demi Allah– saya sangat senang sekali melihat kecemburuan para pemuda & semangatnya dlm membasmi kemungkaran, menegakkan kebenaran serta memerintahkan kepada kebaikan. Namun aku lebih suka –demi Allah– dgn sepenuh hatiku, apabila mereka melandasi langkah-langkah tersebut dgn cara hikmah. Walaupun hasilnya agak lambat namun akan membawa akibat yang terpuji…
Kemudian beliau menyebutkan dalilnya, yaitu firman Allah  (artinya):
”Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dgn hikmah & pelajaran yang baik & bantahlah mereka dgn cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya & Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” QS. An-Nahl 125
2. Memiliki sifat sabar dgn mengharap pahala dari Allah. Betapa banyak para generasi muda yang setelah mendapat hidayah utk berjalan di atas jalan generasi salaf yang shalih, mereka bersemangat mengajak keluarganya kepada jalan tersebut. Namun kemudian datang berbagai keluhan dari mereka, bahwasanya mereka mendapatkan tekanan dari kedua orangtuanya baik dlm bentuk celaan, ejekan atau fitnah.
Maka wajib bagi kita utk bersabar  (dari cobaan tersebut) dgn mengharap pahala dari Allah & tak boleh putus asa. Dan jangan menjadikan hal itu sebagai penghalang dari dakwah ke jalan Allah. Allah telah berfirman (artinya): ”Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu & kuatkanlah kesabaranmu & tetaplah bersiap siaga di perbatasan negerimu  dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” QS. Ali Imran 200
3. Berhias dgn akhlak yang mulia. Seorang da’i harus mencerminkan diri dlm kehidupannya sesuai dgn apa yang ia serukan. Bagaimana pandangan masyarakat terhadap seorang da’i yang memberikan nasehat kepada umatnya utk beramal sesuatu, namun ia sendiri tak mengamalkannya?  Demikiankah ?
4. Melandasi dakwahnya dgn kelemahlembutan. Tidak kasar atau selalu keras dlm cara penyampaian. Tidak tajam atau kotor dlm berbicara. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya Allah Maha Lembut & menyukai kelembutan. Allah memberikan kepada kelembutan apa yang tak Dia berikan kepada kekasaran & yang lainnya”. HR. Muslim
5. Menghidupkan sunnah ziarah saling mengunjungi saudara sesama muslim. Sunnah ini telah diabaikan oleh kebanyakan kaum muslimin. Sesungguhnya sunnah ini akan menumbuhkan kelembutan hati & kecintaan kepada sesama muslim. Dan seorang da’i memiliki peran besar dlm mengamalkan sunnah ini.
6. Tidak boleh berputus asa tatkala melihat berbagai kerusakan di tengah masyarakat.
Cita-cita atau harapan merupakan pendorong yang kuat & usaha demi keberhasilan dakwah. Sebagaimana putus asa merupakan sebab kegagalan & berhentinya sebuah dakwah.
Pengaruh Akhlak yang Mulia
Berikut ini adalah contoh-contoh kisah tentang bagaimana akhlak yang mulia mampu memberikan pengaruh yang luar biasa dlm hati manusia sekalipun mereka adalah orang kafir.
1. Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan kaum musyrikin Quraisy di bukit Shafaa dlm rangka menjelaskan tentang risalah Islam. Beliau mengatakan kepada mereka: “Bagaimana menurut kalian apabila aku kabarkan kepada kalian bahwasanya akan keluar kuda dari balik kaki bukit ini, apakah kalian akan mempercayaiku?” Mereka menjawab: “Kami belum pernah mendapatimu berdusta.” HR. Al-Bukhari & Muslim
2. Sahabat Anas bin Malik menceritakan,”Suatu hari kami para sahabat  sedang duduk-duduk di masjid bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba datanglah seorang arab kampung masuk ke dlm masjid  kemudian kencing di dalamnya. Maka dgn serta merta para sahabat pun menghardiknya. Rasulullah bersabda, Jangan menghardiknya! Biarkan dia hingga tuntas kencingnya! “(Setelah selesai dari kencingnya) Rasulullah memanggil orang tersebut kemudian menasehatinya Sesungguhnya yang namanya masjid, tak pantas utk tempat kencing, tak juga tempat kotoran. Hanya saja masjid itu sebagai tempat utk berdzikir kepada Allah, shalat, & membaca Al-Qur‘an. Atau sebagaimana sabda Rasulullah. Kemudian Rasulullah memerintahkan seseorang utk menyiram kencing orang arab kampung tersebut, maka ia membawa seember air kemudian menyiramkannya ke tempat kencing tersebut. HR. Muslim
Dalam riwayat Al-Bukhari disebutkan bahwasanya sahabat Abu Hurairah menceritakan,”(Suatu hari) kami shalat bersama Rasulullah. Kemudian di tengah-tengah shalat A‘rabi itu berdo‘a, “Ya Allah, rahmatilah aku & Muhammad. Dan jangan engkau rahmati siapapun selain kami berdua.” Setelah selesai salam, Rasulullah bersabda kepada A‘rabi tersebut, Sungguh, engkau telah mempersempit rahmat Allah yang luas.
Dalam riwayat Ahmad dari hadits Abu Hurairah diceritakan   (A‘rabi yang pernah kencing di masjid  itu) mengatakan –setelah dia berilmu–, “Rasulullah ketika itu (peristiwa kencing) menasehatiku. Beliau tak mencelaku, memarahiku, tak pula memukulku”.
3. Dalam sebuah kisah yang diceritakan oleh Abu Sufyan ketika beliau berdagang di negeri Syam, beliau dipanggil oleh Heraklius  kaisar Romawi. Dan Heraklius mulai bertanya kepada Abu Sufyan  ketika itu beliau masih kafir tentang sosok Rasulullah. Ia bertanya,”Apakah kalian pernah menuduhnya sebagai pendusta sebelum ia menyampaikan sesuatu  (risalah Islam)?”    Abu Sufyan menjawab,”   Tidak pernah.” Ia bertanya lagi,”Apa yang diperintahkannya kepada kalian?”   Abu Sufyan menjawab,”Dia memerintahkan utk beribadah kepada Allah semata & tak boleh menyekutukan-Nya dgn sesuatu apapun, memerintahkan utk meninggalkan ucapan nenek moyang, memerintahkan utk menegakkan shalat, zakat, berkata jujur, menjaga harga diri, menyambung tali persaudaraan. . .” HR. Al-Bukhari

Selasa, 22 Oktober 2013

CONTOH NASKAH DRAMA 5 ORANG

         Ini adalah pagi yang cerah. Mita dan Doni, dua orang siswa kelas VII sedang asyik membaca-baca buku Biologi di koridor sekolah. Pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian datang Anggi, sahabat mereka.

Anggi: “Mit, Don, rajin sekali kalian berdua!”

Mita: “Iya dong, tugas kita sebagai pelajar kan memang harus belajar. Hehehe…”

Anggi: “Iya juga sih. Eh ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada murid baru yang akan masuk ke kelas kita hari ini.”

Doni: “Oh ya, siapa namanya? Lelaki atau perempuan?”

Anggi: “Lelaki, tapi aku juga belum tahu siapa namanya dan seperti apa rupanya.”

[Bel sekolah berbunyi]

Mita: “Eh ayo masuk kelas!”

[Ketiganya memasuki ruang kelas. Ibu guru masuk bersama seorang murid baru.]

Ibu Guru: “Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita kedatangan teman baru dari Aceh, ia akan menjadi teman sekelas kalian. Silakan perkenalkan dirimu, nak!”
Ridwan

Ridwan: “Selamat pagi, teman-teman. Nama saya Muhammad Ridwan. Saya berasal dari Aceh.”

Mita [berbisik pada Anggi]: “Jauh sekali ya, dari Aceh pindah ke Bandung!”
[Anggi hanya mengangguk tanda setuju]

Ibu Guru: “Ridwan, kamu duduk di belakang Doni ya [menunjuk sebuah meja kosong]. Untuk sementara kamu duduk sendiri dahulu karena jumlah siswa di kelas ini ganjil.”

[Ridwan segera duduk di kursi yang disediakan]

Ibu Guru: “Ya baiklah, sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku kalian di halaman 48….”

[Pelajaran pun dimulai]

Tiba saatnya jam istirahat. Ridwan, yang belum memiliki teman, diam saja duduk di kursinya sambil menunduk. Rupanya belum ada yang mau mendekati Ridwan. Semua siswa di kelas itu masih sungkan dan hanya mau tersenyum saja padanya tanpa berani mengajak ngobrol lebih lanjut.

Doni: “Psst, Mit, Nggi, coba lihat anak baru itu, sendirian saja ya!” [berbisik pada Mita dan Anggi saat mereka baru kembali dari kantin]

Mita: “Ayo kita dekati saja.” [Ketiganya menghampiri Ridwan]

Anggi: “Hei, Ridwan. Kenalkan, aku Anggi, ini Ridwan dan Mita [menunjuk kedua temannya].”

[Ketiganya duduk di sekeliling Ridwan]

Ridwan: “Hai, salam kenal.”

Doni: “Kamu kok tidak jajan ke kantin?”

Ridwan: “Aku… Aku bawa bekal makanan [pelan sekali, sambil tertunduk].”

Mita: “Oh begitu, rajin sekali kamu, Wan!

[Keempat siswa ini mulai terlibat obrolan ringan sehingga Ridwan merasa ditemani]

Saat jam pulang sekolah, Ibu Guru memanggil Anggi dan Doni yang hendak pulang ke rumah.

Ibu Guru: “Anggi, Doni! Ke sini sebentar. Ibu mau menanyakan sesuatu.”

[Anggi dan Doni menghampiri Ibu Guru]

Doni: “Ada apa, Bu?”

Ibu Guru: “Itu, bagaimana perilaku Ridwan di kelas? Apakah ia bisa membaur?”

Doni: “Dia agak pendiam, Bu. Dan suka menunduk saat berbicara.”

Anggi: “Tadi di jam istirahat, kami berdua dan Mita berusaha mendekatinya. Kami mengobrol cukup lama, ia anak yang baik kok, hanya saja ia seperti agak kurang percaya diri dan muram.”

Ibu Guru: “Hmm… begitu ya. Anak-anak, Ridwan adalah salah satu korban selamat tragedi tsunami Aceh beberapa bulan yang lalu. Kedua orang tuanya tewas terhempas ombak. Kini hanya tinggal ia dan adik perempuannya, Annisa. Annisa masih duduk di kelas 4 SD, di SD V kota kita ini.”

Anggi: “Ya Tuhan, sungguh berat cobaan yang menimpanya…”

Ibu Guru: “Iya. Untungnya, seorang pamannya tinggal di Bandung sehingga ia dan adiknya tinggal di sini. Mereka tergolong masyarakat prasejahtera, sehingga Ridwan benar-benar harus berhemat. Pamannya berkata pada Ibu tadi pagi, ia tak mampu memberi uang jajan yang cukup untuk Ridwan sehingga Ridwan harus bekal nasi setiap hari agar tidak lapar di sekolah.”

Doni: “Oh pantas saja tadi jam istirahat ia tidak ke kantin.”

Ibu Guru: “Ya sudah, Ibu cuma mau bilang begitu. Kalian berbaik-baiklah dengannya. Temani dia agar tak merasa kesepian dan terus berduka.”
[Anggi dan Doni pamit kemudian pulang]

Di rumahnya, Doni terus menerus memikirkan teman barunya, Ridwan. Akhirnya ia mendapatkan suatu ide. Dikabarkannya Anggi dan Mita melalui SMS. Keesokan harinya di jam istirahat….

Doni: “Eh, kalian membawa apa yang aku bilang kemarin, kan?”

Mita: “Bawa dong. Ayo kita dekati Ridwan.”

Anggi: “Ridwan, bolehkah kami bertiga makan bersamamu?”

Ridwan: [kikuk dan kebingungan] “Eh, um.. boleh saja..”

Doni, Anggi, dan Mita mengeluarkan bekal makanan mereka. Ketiganya juga membawa makanan camilan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Ridwan juga kebagian. Dengan makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Ridwan lebih ceria. Setelah makan…

Ridwan: “Terima kasih, teman-teman. Kalian sangat baik kepadaku.”

Mita: “Kamu ini bicara apa, sih? Kita kan teman, wajar saja jika kita saling bersikap baik.”

Semenjak itu Ridwan menjadi semakin kuat karena dukungan teman-teman barunya. Siswa-siswa lain di kelas itu pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan bersama-sama pada jam istirahat. Suasana menjadi semakin menyenangkan.

mungkin segitu saja Contoh Naskah Drama 5 Orang yang bisa saya share kali ini, semoga bermanfaat. sumber: dari berbagai sumber

Sabtu, 19 Oktober 2013

CONTOH PIDATO AGAMA ISLAM TENTANG BERSYUKUR KEPADA ALLAH

Contoh Pidato Agama Islam Bersyukur kepada allah swt kali ini Lubang Kecil share tentang Contoh Pidato Agama Islam Bersyukur kepada allah swt, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk agan dalam Contoh Pidato Agama Islam Bersyukur kepada allah swt. Terima kasih telah berkunjung Di Lubang Kecil yang menghadirkan berita terbaru unik lucu puisi kata bijak dan kata mutiara juga artikel tentang cinta Remaja gaul, baca juga artikel. Contoh Pidato Singkat Tentang Narkoba

Contoh Naskah Pidato Singkat Kenakalan Remaja Dengan Kumpulan Contoh Teks Pidato Pendek Bahasa Indonesia Lengkap Materi Pendidikan Sekolah Untuk Murid Siswa

Assalamu’alaikum wr wb

Alhamdulillah Alhamdulillah hirabbil ‘alamin washolatu washala mu’ala ashrafil ambiya iwal mushalin wa’ala alihi waashabihi rasulillahi ajma’il ammaba’du.
                Pertama dan terutama sekali marilah kita bersyukur kepada Allah swt yang telah memberi rahmat dan karunianya sehingga kita dapat berkumpul ditempat yang kita cintai ini.
                Shalawat beriringan, salam tidak lupa pula kita hadiahkan kepada nabi besar kita yaitu nabi Muhammad saw, yang telah mengubah zaman dari zaman jahiliah kepada zaman yang penuh ilmu dan pengetahuan seperti sekarang ini.
                Supaya tidak memperpanjang kata-kata mukhodimah, langsung saja kepada pidato saya yang berjudul BERSYUKUR KEPADA ALLAH SWT.
                Bersyukur adalah mengucapkan terima kasih atas anugrah yang senantiasa diberikan allah selalu kepada kita, Bersyukur atas apa yang kita dapatkan dari Allah swt hukumnya wajib. Maka dari itu selalulah bersyukur
 kepada Allah.
Contohnya janganlah kita mencela hidangan yang telah dihidangkan di depan kita, walaupun makanan itu sangat sederhana, dan seharusnya kita bersyukur atas makanan yang diberikan allah kepada kita, dan bayak orang lain diluar sana yang mati kelaparan.
Contoh lain nya lagi adalah ada seorang pekerja, dari  pagi hingga sore ia bekerja seharian dengan mengandalkan ototnya,betapa lelahnya pekerjaanya itu, dan hanya mendapat kan imbalan sebesar lima puluh ribu, tetapi ia tetap bersyukur atas apa yang diberikan allah, dengan tetap beribadah kepada Allah, tetap melakukan apa yang di perintahkan oleh Allah.
Cara seseorang bersyukurpun berbagai macam ada mengucapkan hamdalah ketika mendapatkan nikmat dari Allah, ada yang memperbayak ibadahnya kepada Allah, ada yang bersyujud syukur kepada Allah dan sebagainya.
Manfaat bersyukurpun ada, Allah memberikan nikmat yang berlipat ganda kepada umatnya yang mau bersyukur atas apa yang diberikannya.
Adapun pada zaman rasullulah, seorang hamba Allah yang bernama Qarun yang dulunya miskin dan lalu diberikan Allah kekayaan yang melimpah, sedangkan dia yang congkak dan kikir ini tidak bersyukur kepada Allah,dan tidak pula mengerjakan apa yang deperintah akan Allah.Maka dari itu Allah pun berkehendak untuk menguburnya beserta harta-harta yang dititipkan Allah kepadanya. Dan sampai sekarang ini, apabila seseorang mendapatkan harta yang terkubur, kerab dinamakan harta Qarun.
Maka dari itu marilah kita bersyukur kapada Allah yang tidak henti-hentinya member kita nikmat dan karunianya kepada kita semua.
Hanya itu yang dapat saya sampaikan wabilahitaufik walhidayah waslamu’alaikum wr wb.